By Published On: 23 Desember 2024Categories: Kegiatan, Program Sekolah PenggerakDaily Views: 2Total Views: 369
Balai Guru Penggerak (BGP) melaksanakan Refleksi dan Evaluasi Program Sekolah Penggerak bagi angkatan 2 dan 3. Kegiatan ini dilaksanakan 20 – 21 Desember 2024 di Mercure Manado Tateli Beach Resort peserta adalah komite pembelajaran; kepala sekolah dan guru, dengan rincian peserta angkatan 2 sebanyak 160 org, angkatan 3 160 orang. Narasumber adalah pengawas dan guru.
Kegiatan Refleksi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon Dr. Juliana Dolvin Karwur, M.Kes, M.Si. yang juga merupakan Fasilitator Guru Penggerak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian dan tantangan pelaksanaan Program Sekolah Penggerak sepanjang tahun 2024. Selain itu, refleksi ini menjadi momen penting untuk menyusun strategi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan pembelajaran di masa mendatang.
Kegiatan ini ditutup Arianto Batara S.P, M.Pd., Kepala BGP Sulut beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berkontribusi secara aktif dalam implementasi program ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan berkualitas.
Selama kegiatan, para peserta terlibat dalam berbagai sesi diskusi, presentasi hasil capaian, dan workshop interaktif. Salah satu agenda utama adalah pemaparan data capaian program, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah penggerak di Sulawesi Utara. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan adaptasi terhadap teknologi pendidikan juga menjadi perhatian penting yang perlu diatasi.
Acara ini ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) untuk tahun 2025, yang menitikberatkan pada penguatan kapasitas guru, perluasan jangkauan program, serta optimalisasi teknologi dalam pembelajaran.
Dengan berakhirnya kegiatan refleksi ini, diharapkan Program Sekolah Penggerak di Sulawesi Utara semakin memberikan dampak positif, tidak hanya bagi siswa dan guru, tetapi juga untuk pembangunan pendidikan yang lebih maju dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.
Bagikan Sekarang