Transformasi pendidikan melalui Kurikulum Merdeka diharapkan dapat menghidupi hakikat dan mencapai tujuan pendidikan nasional. Hal ini sejalan dengan Visi Pendidikan Indonesia 2045 yaitu membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila.
Tergerak dengan hal tersebut, maka Pelayanan Profesi Pendidik (Pelpro) Jemaat GMIST Ulu, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), bekerjasama dengan BGP Provinsi Sulawesi Utara melalui program kemitraan, serta dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sitaro, menyelenggarakan Seminar Pendidikan bertajuk, “Transformasi Pendidikan antara Tantangan dan Harapan”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/05) ini, dilaksanakan di gedung gereja GMIST Jemaat Ulu, Kab. Kepl Sitaro, dimulai sejak pagi hari, diawali dengan ibadah, kemudian pembukaan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepl. Sitaro, Budiarto U. Mukau, S.E,. Selanjutnya pemaparan oleh para narasumber, diawali Kepala BGP Provinsi Sulawesi Utara, Arianto Batara, S.P, M.Pd, beliau membawakan Filosofi Pendidikan Kristen. “Ada 3 kerumitan dalam pendidikan, tetapi kerumitan yang paling rumit adalah Pribadi. Oleh karena itu, dibutuhkan Pendidik yang bertransformasi, bertobat dan hidup baru sehingga menghadirkan pribadi yang tidak rumit lagi”, tutur beliau.
Selanjutnya Deivy Rasubala, PTP Ahli Muda Bgp Provinsi Sulawesi Utara memaparkan Transformasi Pendidikan Profesi Guru, Novie Rompis, S.Fil, M.Pd, Pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan Kota Tomohon, menyampaikan materi Filosofi Kurikulum Merdeka, serta Dalvian Taroreh, S.Pd, M.Pd, Guru SMAN 8 Manado, menyampaikan materi Digitalisasi Pendidikan.
Seminar diikuti 400an orang guru dari beberapa kecamatan di Kab. Sitaro.


