By Published On: 29 Februari 2024Categories: Kegiatan, Program Sekolah PenggerakDaily Views: 2Total Views: 447

Seni dan Budaya merupakan mata pelajaran yang strategis dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, dibutuhkan keseriusan dalam pembelajrannya.

Pendidikan Seni dan Budaya memiliki keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan kecerdasan otak kanan peserta didik, dengan pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi melalui pendekatan: belajar dengan seni, belajar melalui seni dan belajar tentang seni.

Berkenaan dengan hal itu, maka Balai Guru Penggerak Provinsi Sulawesi Utara Menggelar Peningkatan Kompetensi Guru Seni dan Budaya Jenjang SD. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa s.d. Kamis (27-29/02), di Hotel Mercure Tateli.

Peserta kegiatan merupakan 55 Guru Seni dan Budaya PSP Angkatan 1 dan 2 serta Guru Seni dan Budaya Sekolah pengimbasan PSP. Narasumber kegiatan Dr. Glenni Latuni, M.Sn. (UNIMA), Rahma, S.Pd., M.Sn.(UNM), Erwin Sianturi,M.Sn (IAKN Manado), Oliver Maengkom B.Sc., S.Pd (SD Dian Harapan Manado), Ardes Pratama, S.Sn (SMKN 3 Tondano).

Kegiatan dibuka Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Sulawesi Utara Arianto Batara, S. P., M. Pd, didampingi Kasubag Umum BGP Sulut Febe Langi, SE, MAP.

Kepala BGP dalam sambutannya mendorong guru-guru seni dan budaya untuk terus aktif memperkaya pengetahuan mereka tentang seni dan budaya. Beliau menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui seni dan budaya, serta mengajak guru untuk terus mengembangkan kreativitas dalam mengajar.

Bapak Arianto juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, termasuk dalam bidang seni dan budaya, sehingga diharapkan program Sekolah Penggerak dapat memberikan dampak positif yang besar bagi pendidikan di Sulawesi Utara, khususnya di jenjang SD. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan guru-guru seni dan budaya dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih kreatif dan inspiratif, yakni pembelajaran yang berorientasi pada murid.

Bagikan Sekarang