Tutuyan – Sebelum adanya pemekaran wilayah, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur merupakan bagian dari Kabupaten Bolaang Mongondow.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 tahun 2008 wilayahyang beribukota di Tutuyan sebagai pusat pemerintahannya itu dimekarkan dari kabupaten induknya.
Data terupdate Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa kabupaten itu mempunyai luas wilayah 859,97 Km2 dihuni lebih dari 73.000 jiwa dengan latar belakang kehidupan masyarakat yang beraneka ragam.
Dilihat dari sektor pendidikan, sesuai informasi Data Pokok Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, daerah itu memiliki 221 satuan pendidikan, mulai jenjang PAUD, SD, SMP, SLB, SMA dan SMK. Jumlah itu sangat potensial bagi penyumbang kemajuan bangsa dengan terus meningkatkan kualitasnya.
Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas sumberdaya manusia, baru-baru ini Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Sulawesi Utara bersinergi dan berkolaborasi bersama pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menggelar kegiatan Lokakarya Tiga Angkatan Program Sekolah Penggerak tahun 2023. Angkatan I Komunitas Belajar Tahap II, Angkatan II Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan Angkatan III Perencanaan Pembelajaran Tahap I, yang diikuti para Kepala Sekolah Penggerak, Guru Komite Pembelajaran dan Pengawas Sekolah sebanyak 64 peserta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudyaaan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Yusri Damopolii, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan pembukaan kegiatan mengurai kredo ‘tergerak, bergerak, menggerakkan’. “Tergerak tumbuh dari dalam hati. Bergerak berpadunya hati dan diri untuk melakukan. Sedangkan menggerakkan, mampu menggerakkan sekolah dan mampu berkolaborasi dengan komunitas untuk menjadi model sekolah yang berhasil, sehingga hasilnya dapat dirasakan peserta didik, orangtua dan masyarakat”, ungkapnya, termasuk bagaimana memberikan pemahaman yang sempurna sehingga program sekolah penggerak dapat berjalan dengan baik.
Lebih lanjut Yusri menyampaikan kepada para pengawas sekolah. “Di Boltim, bupati telah membuat group whatsapp tersendiri bagi pengawas sekolah, sehingga bisa dikontrol, diarahkan dan dimotivasi”, kata Kepala Dinas pada Rabu pagi, (13/09/2023), berlokasi di SD Negeri 1 Tutuyan I.
Sementara itu Kepala Sub Bagian Umum Balai Guru Penggerak, Maasje Jein Kalalo dalam prakata sebelum acara pembukaan menuturkan berbagai strategi agar tidak ada bagian-bagian materi yang terlewati, sehingga perlu elaborasi.
Maasje berpesan, untuk angkatan I dan II, mereviu bagian-bagian mana yang masih terdapat kendala, tantangan dan hambatan, sehingga memasuki tahapan lanjutan dapat berjalan dengan mantap dan pada akhirnya bisa mandiri. Untuk angkatan III, ia mengharapkan agar benar-benar mengikuti materi yang akan disajikan oleh para fasilitator sekolah penggerak dengan baik.
Usai acara pembukaan, kegiatan peserta langsung diarahkan oleh panitia memasuki ruang pembelajaran yang terbagi dalam lima kelas. Pembelajaran berlangsung sangat dinamis, responsif dan atraktif.
Program yang dilaksanakan sehari itu berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter yang diawali dengan kualitas manusia unggul dimulai dari kepala, guru dan pengawasn sekolah.
Dengan menerima materi dari fasilitator, peserta diharapkan mampu dan segera mengimplementasikan pada satuan pendidikan masing-masing didik, sehingga peserta didik dapat menikmati pembelajaran pardigma baru merdeka belajar menyenangkan dan membahagiakan.
Salam Kolaborasi. Salam Merdeka Belajar.
Pewarta: Mulyana | Editor: Arianto Batara.





