By Published On: 24 Juni 2023Categories: Kegiatan, Program Sekolah PenggerakDaily Views: 2Total Views: 711

Kegiatan Pelatihan Komite Pembelajaran (PKP) Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan 3 di Provinsi Sulawesi Utara telah selesai. Terima kasih atas usaha dan waktu yang telah bapak/ibu peserta berikan selama kegiatan PKP berjalan. Terima kasih juga kami sampaikan kepada narasumber, baik narasumber materi kurikulum, materi konseling, maupun materi pengawas.

Setelah menjalani sekitar 1 bulan kegiatan PKP, kegiatan diakhiri dengan acara Penutupan yang dilaksanakan secara daring melalui zoom pada tanggal 24 Juni 2023 pukul 15.30 WITA. Kegiatan Penutupan ini dihadiri oleh bapak Arianto Batara, S.P., M.Pd. selaku Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Sulawesi Utara, dan ibu Dra. Maasje J. Kalalo, M.Pd. selaku Kepala Subbagian Umum BGP Provinsi Sulawesi Utara. Moderator dalam kegiatan ini adalah ibu Dr. Meyke S. Simboh, M.Pd. selaku Koordinator Pokja PSP.

Kegiatan Penutupan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan laporan hasil kegiatan PKP PSP Angkatan 3 Provinsi Sulawesi Utara oleh Christian Noel Filemon, S.M.B. selaku koordinator admin LMS. Beberapa fakta yang disampaikan dalam pemaparan laporan:

  1. Terdapat 287 peserta PKP PSP Angkatan 3 Provinsi Sulawesi Utara yang berasal dari 81 satuan pendidikan.
  2. Terdapat tiga peserta PKP yang mengundurkan diri.
  3. Peserta PKP yang aktif terdiri dari 81 guru BK, 79 guru mapel, 79 kepala sekolah, dan 48 pengawas sekolah.
  4. Peserta PKP yang mengikuti kegiatan secara daring berjumlah 269 peserta, sedangkan 15 peserta lainnya mengikuti secara luring, yaitu untuk peserta yang berada di daerah khusus. Pelaksanaan PKP secara luring berlangsung di kantor BGP Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 9 Juni 2023 s/d 17 Juni 2023.
  5. Terdapat 16 narasumber yang termasuk juga sebagai Fasilitator Sekolah Penggerak (FSP), di mana 14 FSP dari angkatan 3, dan 2 FSP dari angkatan 1. Khusus untuk materi konseling dan materi pengawas, terdapat 10 narasumber non FSP.

Kegiatan PKP kemudian resmi ditutup dengan sambutan dan arahan dari Kepala BGP Provinsi Sulawesi Utara, Arianto Batara, S.P., M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar secara holistik, yakni dalam hal kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter. Namun untuk mencapai hal tersebut, maka diperlukan sumberdaya manusia, yaitu guru dan terutama kepala sekolah yang unggul. Diingatkan juga bahwa dalam usaha pembentukan profil pelajar Pancasila pada murid, maka sudah seharusnya guru dan kepala sekolah sendiri telah memiliki profil Pancasila. Melalui Sekolah Penggerak juga diharapkan dapat berakselerasi, satu sampai dua tahap lebih maju dibanding sekolah yang bukan Sekolah Penggerak.

Sekolah Penggerak bukan semata-mata tentang fasilitas. Beliau menceritakan bahwa pengalamannya di Kab. Kepulauan Sangihe dimana beliau melihat sekolah yang lokasinya cukup jauh dan memiliki sarana prasarana yang terbatas, namun proses pembelajaran yang dilaksanakan sangat baik sehingga sangat diminati oleh murid-murid.

Tidak lupa beliau menjelaskan kembali tugas dan fungsi BGP. Kehadiran BGP sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan kompetensi guru, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan lainnya, serta menurunkan disparitas layanan. Berdasarkan data tahun 2019 hanya sekitar 20% dari seluruh guru di Indonesia yang pernah mengikuti pelatihan. Untuk itu diharapkan dengan kehadiran BGP dapat membantu meningkatkan kompetensi dan pemerataan layanan bagi para guru.

Bagikan Sekarang