Pelatihan Pengajar Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Pengawas Sekolah se-Sulawesi Utara diselengarakan oleh Balai Guru Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulawesi Utara, pada 9 s.d. 13 September 2025 di Manado. Pelatihan ini diikuti oleh 47 pengawas sekolah dari 15 Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara
Selama lima hari, peserta menerima materi penting, seperti Growth Mindset dalam pembelajaran, Konsep dan Kerangka Pembelajaran Mendalam, serta materi Pendampingan Kepala Sekolah dan Guru di Satuan Pendidikan dalam implementasi pembelajaran Mendalam.
Dalam sambutannya, Kepala BGTK Prov. Sulawesi Utara, Arianto Batara SP, MPd menyampaikan pelatihan ini bukan hanya sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga mengubah pola pikir pengawas dalam melaksanakan tugasnya. Oleh karena, pendidikan yang berkualitas tidak akan terwujud jika kita masih menggunakan cara-cara lama. Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya para pengawas sekolah untuk memiliki spirit dan pola pikir yang bertumbuh (growth mindset) sebagai kunci untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Disamping itu peran pegawas sangat krusial. Karena bukan lagi hanya mengawasi, tetapi menjadi pendamping, mentor, dan fasilitator bagi para guru.
Pengawas Sekolah Kota Manado, Ventje Lengkong, M.Pd. menyampaikan bahwa; “Pelatihan ini benar-benar membuka mata saya. Selama ini, saya merasa pendampingan yang saya lakukan masih sebatas formalitas. Tetapi, melalui materi growth mindset dan Kerangka Pembelajaran Mendalam, saya menyadari bahwa peran pengawas jauh lebih penting. Saya makin menyadari kami adalah pendamping yang harus mampu menginspirasi guru untuk menciptakan pembelajaran yang tidak hanya di permukaan, tetapi menyentuh hati dan pikiran anak-anak. Saya pulang dengan semangat baru untuk segera menerapkan ilmu yang saya dapatkan.”
Sedangkan pengawas sekolah dari Kabupaten Kepulauam Sangihe, Julien Manangkalangi, S.Pd. yang juga Plt. Kadis Dikbud menyampaikan; “Sebelum pelatihan ini, saya berpikir bahwa pembelajaran mendalam hanya untuk sekolah-sekolah yang sudah maju. Ternyata, konsep ini bisa diterapkan di mana saja, bahkan di sekolah-sekolah di pelosok. Materi tentang Pendampingan pada Satuan Pendidikan sangat praktis dan mudah dipahami. Saya mendapatkan langkah-langkah konkret tentang bagaimana membimbing guru-guru di sekolah binaan saya. Pelatihan ini bukan hanya teori, tetapi bekal nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah saya.”


