By Published On: 30 April 2025Categories: Berita, Tak BerkategoriDaily Views: 1Total Views: 288

Pembelajaran Kecerdasan Artifisial (KA) digagas Kemdikdasmen sebagai bagian dari digitalisasi pendidikan yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya agar dapat mengembangkan sejumlah kemampuan siswa, seperti kreativitas dan kolaborasi.
Pemanfaatan KA dalam pendidikan semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi, yang menuntut sumber daya manusia unggul dengan pemahaman dan keterampilan digital yang kuat. Berkaitan hal tersebut Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan Seminar Peningkatan Kompetensi Literasi Digital “How to handle AI in Education” pada (28/4) di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Utara, Arianto Batara, S.P., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi tetapi perlu dilengkapi dengan pendidikan etika digital. KA hadir sebagai alat bantu untuk mendukung peran guru dalam menerapkan keterampilan yang dimiliki dalam proses pembelajaran. Guru harus mempunyai keterampilan memilah dalam pemanfaatan AI secara bijak, sehingga guru tidak teperdaya atau ketergantungan oleh AI.

Kegiatan diikuti kurang lebih 90 peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK serta pegawai BGTK Provinsi Sulawesi Utara. Narasumber pada kegiatan ini yaitu praktisi IT dari Singapura, Ang Wie Hay, M.Sc., M.Div. menyampaikan bahwa Guru tidak akan tergantikan oleh KA, tetapi guru akan tergantikan oleh guru lain yang menguasai dan menggunakan KA dalam pembelajarannya.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi. Peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat baik membuka wawasan bagi peserta untuk terus maju dan berinovasi.

#KemendikdasmenRamah
#PendidikanBermutuUntukSemua
#BGTKSulut
#KecerdasanArtifisialPembelajaran Kecerdasan Artifisial (KA) digagas Kemdikdasmen sebagai bagian dari digitalisasi pendidikan yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya agar dapat mengembangkan sejumlah kemampuan siswa, seperti kreativitas dan kolaborasi.

Pemanfaatan KA dalam pendidikan semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi, yang menuntut sumber daya manusia unggul dengan pemahaman dan keterampilan digital yang kuat. Berkaitan hal tersebut Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan Seminar Peningkatan Kompetensi Literasi Digital “How to handle AI in Education” pada (28/4) di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Utara, Arianto Batara, S.P., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi tetapi perlu dilengkapi dengan pendidikan etika digital. KA hadir sebagai alat bantu untuk mendukung peran guru dalam menerapkan keterampilan yang dimiliki dalam proses pembelajaran. Guru harus mempunyai keterampilan memilah dalam pemanfaatan AI secara bijak, sehingga guru tidak teperdaya atau ketergantungan oleh AI.

Kegiatan diikuti kurang lebih 90 peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK serta pegawai BGTK Provinsi Sulawesi Utara. Narasumber pada kegiatan ini yaitu praktisi IT dari Singapura, Ang Wie Hay, M.Sc., M.Div. menyampaikan bahwa Guru tidak akan tergantikan oleh KA, tetapi guru akan tergantikan oleh guru lain yang menguasai dan menggunakan KA dalam pembelajarannya.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi. Peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat baik membuka wawasan bagi peserta untuk terus maju dan berinovasi.

#KemendikdasmenRamah
#PendidikanBermutuUntukSemua
#BGTKSulut
#KecerdasanArtifisial

Bagikan Sekarang