Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di era digital seperti saat ini menjadi alat yang cukup potensial dalam mendukung proses pembelajaran, mulai dari personalisasi materi ajar, otomatisasi tugas administratif, hingga analisis data siswa untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat. Namun, adopsi teknologi ini membutuhkan pemahaman yang mendalam dan kemampuan integrasi yang strategis, terutama dari para pemimpin pembelajaran seperti guru penggerak.
Melihat fenomena penggunaan AI yang makin marak, Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan Refleksi Pemimpin Pembelajaran: Lokakarya Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran pada Jumat s.d. Sabtu, 20 – 21 Desember 2024 bertempat di The Sentra Manado Hotel, Kab. Minahasa Utara.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepada para guru tentang pemanfaatan kecerdasan buatan yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, merancang strategi yang visioner dan humanis dalam pemanfaatan AI, serta memberikan ruang bagi para guru untuk merefleksikan peran mereka sebagai pemimpin pembelajaran di era digital.
Dibagi dalam dua angkatan, kegiatan ini dihadiri oleh 147 peserta Angkatan 1, dan 152 peserta Angkatan 2. Para peserta merupakan guru penggerak Angkatan 10 Prov. Sulut, serta beberapa aktor pendukung dalam program Pendidikan Guru Penggerak.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BGP Sulut, Arianto Batara, S.P., M.Pd. Beliau berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mendapatkan manfaat atas kegiatan ini. Para narasumber dihadirkan dari Paideia Educational Solutions, yaitu Yoshua Sirait, B.Sc., M.Pd, Yosua Nala, B.Sc., S.Pd., Hizkia Sasangka Jati, B.Sc., S.Pd., dan Sasmita Wulandari, B.Sc., S.Pd.




