Socrates pernah berkata bahwa “Hidup yang tidak direfleksikan tidak layak dihidupi.” Kutipan ini disampaikan oleh Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Sulawesi Utara saat menutup kegiatan Refleksi Peran Guru Penggerak dalam Transformasi Pembelajaran Angkatan II di Novotel Convention Center, Manado.
Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari sejak tanggal 3 s.d. 4 April 2024 oleh BGP Sulut ini merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan penguatan terkait posisi diri Guru Penggerak dalam memaksimalkan perannya mendidik para peserta didik sebagai bentuk panggilan jiwa. Para peserta kegiatan merupakan Guru Penggerak serta Aktor Penggerak dari beberapa Kabupaten/Kota, yakni Kab. Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondo Timur, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Talaud, Minahasa Tenggara, dan Kota Manado.
Kepala BGP Sulut menyampaikan pentingnya berefleksi. Refleksi artinya bergerak mundur untuk merenungkan kembali apa yang sudah terjadi dan dilakukan. Ini merupakan hal penting yang perlu dilakukan oleh para Guru Penggerak, yang harus dilakukan dengan sadar dan terencana, tidak spontan. Untuk itu perlu diberi ruang dan peluang. BGP Sulut selaku Unit Pelaksana Teknis Kemdikbudristek dibawah naungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui kegiatan ini membuka ruang dan peluang bagi para aktor dan Guru Penggerak untuk berefleksi, melakukan gerak mundur untuk mendapat kekuatan baru dalam melangkah ke depan, khususnya dalam mendukung transformasi pembelajaran di Provinsi Sulawesi Utara yang berpihak pada peserta didik.
Para narasumber dalam kegiatan ini yaitu Reinhard S. Pratama B.Com,ACC dari Yayasan Pendidikan Solideo, Imanuel Adhitya Wulanata Chrismastianto, S.E.,M.Pd. dari Universitas Pelita Harapan, serta Astrid Lingkan Mandas, M.Psi, Psikolog.




