By Published On: 14 Desember 2023Categories: Program Pengembangan Kompetensi BerkelanjutanDaily Views: 1Total Views: 6077

Mengimplementasikan salah satu fungsi Balai Guru Penggerak (BGP) yaitu melakukan pengembangan Model Kompetensi Guru secara Berkelanjutan, maka BGP Prov. Sulawesi Utara melaksanakan Uji Coba Modul Pengelolaan Emosi dalam Menjalankan Peran sebagai Pendidik. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Aryaduta Lippo Vilage Tangerang (10-13/12).

Kegiatan merupakan tahapan lanjutan untuk menghasilkan modul berkualitas yang dapat digunakan pada pelatihan peningkatan kompetensi guru. Dalam penyusunan Modul Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) ini mengacu pada standar kompetensi dan sub kompetensi pada Perdirjen GTK No. 2626 Tahun 2023 dan Pedoman Pengembangan Kompetensi secara Berkelanjutan bagi Guru.Dasar penyusunan modul ini adalah kompetensi Kepribadian, sub indikator 2.1.2. Pengelolaan emosi dalam Menjalankan Peran sebagai Pendidik. Dengan demikian Modul PKB ini berjudul Pengelolaan Emosi dalam Menjalankan Peran sebagai Pendidik.

Kegiatan Uji Coba Modul dibuka Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan, Oh Yen Nie, SE, M.Ed. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa UPH mendapatkan kehormatan dan kepercayaan untuk mengembangkan Modul Ajar PKB ini bersama Kemendikbudristek melalui Balai Guru Penggerak Prov. Sulawesi Utara.

Kepala BGP Prov. Sulawesi Utara, Arianto Batara, SP, MPd menyampaikan harapan yang besar agar kemitraan BGP Prov. Sulawesi Utara dengan UPH dapat terus terjalin, karena pendidikan yang berkualitas membutuhkan sinergitas dan kolaborasi.
Adapun dosen FIP UPH yang terlibat dalam penyusunamln modul ini, yaitu Suparman, SPd, STh, MTh (K), Debby Melani Soeseno, MTh (K), Ariani Tandi Padang, MPd. dan Destya Waty Silalahi, SPd, M.Pd. Peserta Uji Coba Modul ini, yaitu unsur guru, kepala sekolah, pengawas dari Provinsi Sulawesi Utara.

Direktur Guru Dikdas, Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto,MA menutup kegiatan ini. Beliau mengapresiasi BGP Prov. Sulawesi Utara yang telah berkolaborasi dengan UPH dalam penyusunan Modul PKB. Beliau juga berharap agar dalam penyusunan modul melibatkan guru, kepala sekolah dan pengawas sehingga nantinya modul ini ‘membumi’.

Modul ini dapat digunakan secara nasional setelah dikurasi tim Kemdikbudristek

Bagikan Sekarang