By Published On: 10 Oktober 2023Categories: ArtikelDaily Views: 1Total Views: 10052

Belajar merupakan sebuah proses perubahan. Perubahan ini membutuhkan waktu panjang. Era perubahan tersebut ditandai dengan perubahan perilaku manusia. Kita bisa saksikan perubahan ini dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itulah, belajar terjadi sepanjang hayat, mulai dari bayi hingga akhir hayat atau yang dikenal dengan lifelong learning.

Era globalisasi memberi dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk tuntutan dalam penyelenggaraan Pendidikan. Salah satu tantangan nyata bahwa Pendidikan hendaknya mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi utuh yang dikenal dengan kompetensi abad-21 yang saat ini merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki siswa agar mempu berkiprah di kehidupan nyata.

Menjawab tantangan tersebut, sistem Pendidikan kita telah mengubah tujuan, kurikulum, pedagogi, dan asesmennya untuk membantu peserta didik supaya merdeka. Konsep Pendidikan saat ini berdasar pada buah pemikiran Ki Hajar Dewantara, yaitu serangkaian proses untuk memanusiakan manusia. Ya, benar. Memanusiakan manusia. Konsep ini didasarkan pada asas kemerdekaan, yakni manusia memiliki jiwa yang merdeka, merdeka secara lahir dan batin. Mereka diberi kebebasan untuk mengatur kehidupannya dengan tetap sejalan dengan aturan pada masyarakat.

Pendekatan yang dilakukan kurikulum merdeka dalam pendidikan memberikan lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas kepada guru, siswa, dan sekolah dalam merancang dan mengelola kurikulum serta metode pengajaran. Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran dan memungkinkan mereka untuk memiliki kendali lebih besar atas apa yang mereka pelajari, bagaimana mereka belajar, dan bagaimana mereka dinilai.
Saya adalah guru penggerak yang ikut seleksi pada Angkatan ke-III. Setelah saya lulus, saya ingin menuntun siswa saya untuk merdeka. Saya mau berusaha untuk menciptakan proses pembelajaran, khususnya pembelajaran Informatika yang bisa berdampak baik dalam aspek kehidupan mereka.

Tentu, pilihan mata pelajaran dan fleksibilitas dalam Kurikulum Merdeka dapat diterapkan dengan baik dalam pemilihan topik pembelajaran informatika. Ini memungkinkan sekolah dan guru untuk menyusun program pembelajaran informatika yang lebih relevan dan menyesuaikan dengan kebutuhan siswa serta perkembangan teknologi. Saya berusaha menyesuaikan materi pembelajaran yang kira – kira sesuai dengan kebutuhan siswa. Tak lupa untuk memberi siswa wawasan tentang berbagai jalur karier dalam bidang informatika seperti pengembang perangkat lunak, analis data, administrator jaringan, atau desainer UX/UI. Ini memungkinkan mereka untuk merencanakan masa depan mereka sesuai minat dan tujuan.

Fleksibilitas dalam Pemilihan Topik Dalam Pembelajaran:
Proyek Berbasis Minat: Izinkan siswa untuk memilih proyek-proyek berbasis minat mereka dalam pembelajaran informatika. Misalnya, mereka dapat memilih untuk mengembangkan aplikasi sederhana berbasis web yang relevan dengan minat mereka atau melakukan analisis data pada topik yang mereka pilih.
Konten Dinamis: Dalam lingkungan informatika yang berubah cepat, fleksibilitas dalam pemilihan topik memungkinkan guru untuk menyertakan konten yang lebih dinamis dalam kurikulum. Mereka dapat mengintegrasikan berita atau tren terbaru dalam pembelajaran.
Penyelidikan Mandiri: Berikan siswa kesempatan untuk melakukan penyelidikan mandiri tentang topik yang mereka minati dalam bidang informatika. Ini dapat mendorong minat mereka dan mengembangkan keterampilan riset.
Tugas yang Disesuaikan: Berikan tugas atau proyek yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat individu siswa. Ini memungkinkan siswa untuk bekerja pada proyek yang lebih sesuai dengan tingkat kesiapan mereka.

Respons Terhadap Perubahan:
Perbarui Materi: Guru informatika harus siap untuk memperbarui materi pembelajaran mereka sesuai dengan perkembangan teknologi. Fleksibilitas dalam pemilihan topik memungkinkan perubahan ini untuk disertakan dengan lebih mudah dalam kurikulum.
Sumber Daya Terbaru: Guru dapat memanfaatkan sumber daya online seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan kursus daring yang selalu diperbarui untuk melengkapi pemilihan topik mereka dengan informasi terbaru.

Fokus pada keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran informatika bukan hanya tentang memahami teknologi, tetapi juga tentang membantu siswa mengembangkan keterampilan yang esensial untuk berhasil dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka. Keterampilan pemecahan masalah, pemikiran kritis, dan literasi digital adalah keterampilan yang sangat relevan dalam dunia yang semakin terhubung dan teknologi. Harapannya ke depan siswa mampu mengatasi tantangan dan peluang yang terus berkembang dalam dunia digital.

Penggunaan Teknologi Dalam Pembelajaran:
Teknologi dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam mendukung Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran informatika. Mengingat teknologi sangat erat kaitannya dengan pembelajaran informatika, pemanfaatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa sangatlah membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran dan memperoleh hasil yang maksimal. Implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Informatika tidak hanya harus fleksibel, melainkan harus responsif
Sumber Belajar Digital, Pembelajaran Daring (E-Learning): Siswa dapat belajar sesuai ritme mereka sendiri dan memiliki akses ke berbagai materi pembelajaran tambahan sesuai minat mereka.
Kolaboratif Berbasis Teknologi: Alat kolaborasi seperti Google Workspace atau platform proyek daring memungkinkan siswa untuk bekerja sama pada proyek-proyek informatika yang menarik. Mereka dapat berkolaborasi dari jarak jauh dan mengembangkan aplikasi, situs web, atau perangkat lunak bersama-sama.
Penilaian Berbasis Teknologi: Sistem penilaian ini memungkinkan guru untuk melacak kemajuan siswa secara lebih efisien dan menyediakan umpan balik yang lebih cepat. Penilaian juga dapat disesuaikan dengan pemahaman siswa dan dapat mencakup berbagai jenis tugas, termasuk proyek pembuatan aplikasi.

Refleksi dan evaluasi diri juga harus digunakan untuk membuat perbaikan berkelanjutan dalam kurikulum dan metode pengajaran. Adalah menjadi tanggung jawab saya sebagai pendidik untuk mempersiapkan siswa saya untuk menghadapi tantangan zaman. Dengan kerja keras, komunikasi yang efektif, dan senantiasa kolaborasi kita dapat mendorong lebih banyak pihak untuk bergerak menuju perubahan, membantu siswa untuk lebih siap menghadapi tantangan dunia yang semakin terhubung dan digital.

Artikel ini ditulis oleh Gledys Apricilia Mangore, S.Pd, Guru Penggerak Angkatan 3 di SMP Negeri 4 Manado.

Bagikan Sekarang