By Published On: 8 Maret 2023Categories: Implementasi Kurikulum Merdeka, KegiatanDaily Views: 1Total Views: 425

Manado – Jumat, (3/3/2023) Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan Webinar sebagai strategi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Kegiatan virtual rutin ini dilakukan setiap minggu di Hari Jumat. Kegiatan ini bertajuk Panada (Jumpa Bermakna Daring).

Panada edisi dua kali ini bertemakan “Akses Sulit Bukan Penghambat”. Kesempatan ini BGP Provinsi Sulawesi Utara menghadirkan narasumber, Guru dan Kepala Sekolah yang memiliki akses sulit, baik internet maupun transportasi. Para narasumber tersebut yaitu, Rendi Mamonto, S.Pd. , Kepala SMPN SATAP Bukaka, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Sekolah ini merupakan salah satu Sekolah Penggerak, dalam IKM dengan akses yang terbatas Pak Rendy membagikan perannya sebagai pemimpin yang mentransformasi setiap warga sekolah.

Kepemimpinan yang dimaksud salah satunya adalah kepemimpinan yang menghamba; turut terlibat dalam setiap persiapan pembelajaran, meneladankan pembelajaran yang berpihak kepada siswa. Pak Rendy menceritakan juga salah satu inovasi yang dlakukan adalah pelibatan orang tua dalam mendekorasi kelas saat persiapan memasuki tahun ajaran baru.

Asmanus Madeole, S.Pd. yang merupakan Guru SMPN 1 Tagulandang berbagi Praktik Baik Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di daerah kepulauan. Pulau Tagulandang merupakan salah satu pulau yang ada di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, dan Biaro. Dari Kota Manado ke Tagulandang dapat ditempuh kurang lebih tiga jam dengan kapal cepat.

SMPN 1 Tagulandang tempat Pak Asmanus mengabdi merupakan sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan jalur mandiri, “Kami memilih Kurikulum Merdeka Mandiri opsi berubah”, tutur Pak Asmanus. Kegiatan Kokurikuler, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang telah dilaksanakan bertemakan Kewirausahaan. Pada pembelajaran ini para siswa menemukan permasalahan dengan hasil laut yang melimpah, sehingga siswa mengajukan solusi dengan membuat beberapa olahan ikan, antara lain sambal roa, abon cakalang, bakso ikan, iakn krispi dan olahan ikan lainnya. Pak Asmanus berbagi dengan semangat karena menurutnya melalui Kurikulum Merdeka pembelajaran berlangsung meriah dan menyenangkan.

Calon Guru Penggerak (CGP) Salehuddin, S.Pd. merupakan Guru SMPN Sinombayuga, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. “Tempat tinggal kami lebih dekat ke Gorontalo daripada ke Kota Manado”, Pak Saleh mengawali pembicaraan di webinar itu. Kesempatan ini materi Transformasi yang disampaikan Pak Saleh adalah pemanfaatan Chromebook yang memberikan transformasi dalam pembelajaran. Dalam keterbatasan, tanpa jaringan internet, Chromebook yang diberikan pemerintah kepada sekolah penerima bantuan tetap dapat dioperasikan. “Dalam hal ini Chromebook dapat digunakan untuk mengakses google drive, mengakses gmail dan membuat dokumen baru,” jelas Pak Saleh bersemangat.

Respon peserta sangat positif untuk kegiatan ini. Peserta menyadari ternyata kondisi sulit bukan alasan untuk tidak mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Melalui Webinar ini sekolah yang berada dilokasi dengan akses sulit sudah memberikan inspirasi bagi sekolah lain dalam penerapan Kurikulum Merdeka.

Kegiatan ini dibuka oleh plt. Kepala BGP Provinsi Sulawesi Utara, Dra. Maasje J. Kalalo, M.Pd. Ibu Maasje memberikan apriasi bagi guru dan kepala sekolah di daerah sulit yang konsisten dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. “Salut buat sekolah-sekolah di daerah yang terbatas tetapi tetap konsisten dalam belajar menerapkan Kurikulum Merdeka”, tutupnya. Kegiatan ini dimoderatori Amelia Singkoh tim webinar IKM BGP Provinsi Sulawesi Utara. (@/Debora N.)

Bagikan Sekarang